Palembang - Kementerian Perhubungan bersama dengan Pemerintah Daerah Sumatra Selatan secara resmi melaksanakan Project Launching / Peluncuran Proyek Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Rabu (9/4). Peluncuran ini menandakan kesiapan pembangunan Pelabuhan Palembang Baru yang akan menjadi tonggak penting dalam penguatan konektivitas dan sistem logistik nasional di wilayah Sumatra bagian selatan.


"Hari ini kita memasuki ambang baru, berupa Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Proyek ini memiliki posisi penting dalam agenda besar pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global. Pasalnya, Provinsi Sumatra Selatan merupakan salah satu simpul penting perekonomian nasional dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet," ujar Menhub Dudy.

Potensi yang dimiliki Provinsi Sumatra Selatan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang andal agar distribusi berjalan lancar dan bernilai tambah tinggi. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan logistik yang semakin meningkat. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Saat ini, pelayanan logistik di kawasan Sumatra Selatan masih bertumpu pada Pelabuhan Boom Baru yang memiliki berbagai keterbatasan. Keterbatasan tersebut meliputi kapasitas lahan dan kedalaman alur pelayaran yang tidak lagi memadai untuk kapal besar. Arus lalu lintas mobil bertonase besar dari dan menuju pelabuhan pun menyebabkan kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.

Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat menjadi solusi atas keterbatasan tersebut. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi simpul logistik baru yang modern dan terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya.

Peluncuran proyek ini juga merupakan tindak lanjut dari penyerahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 59,5 hektare oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Kementerian Perhubungan. Selain itu, pada peluncuran ini juga disepakati rencana hibah area Mozaik 5 dan Mozaik 6 kepada Kemenhub untuk digunakan sebagai area pendukung Pelabuhan Palembang Baru.

"Ke depan, pembangunan pelabuhan ini harus kita kawal bersama dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu beroperasi secara optimal, terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya, serta memberikan dampak nyata terhadap kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi wilayah," kata Menhub Dudy.

Menhub juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pelabuhan ini. Menhub Dudy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga sinergi agar pembangunan pelabuhan ini berjalan baik sesuai perencanaan dan standar keselamatan.

Turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, dan Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian.(RYS/HH/GT/ETD)